Dalam penampilannya, delegasi Kecamatan Seribu Riam menyuguhkan tarian tradisional, musik daerah, serta busana adat yang memikat perhatian dewan juri dan para penonton. Kombinasi antara kreativitas, kekompakan tim, dan kekuatan narasi budaya menjadi kunci keberhasilan mereka dalam mengungguli perwakilan dari kecamatan lainnya.
> “Kami sangat bangga atas prestasi ini. Ini bukti bahwa budaya kita masih hidup dan dihargai,” ujar salah satu perwakilan Seribu Riam usai pengumuman pemenang.
Lomba budaya ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, namun juga menjadi media silaturahmi dan perekat persaudaraan antar-kecamatan, sekaligus memperkuat identitas kultural masyarakat Murung Raya di tengah arus modernisasi.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Murung Raya, Herius, S.E., yang mengapresiasi semangat, kreativitas, dan dedikasi seluruh peserta dalam menjaga budaya lokal.
> “Semangat seperti inilah yang harus terus dirawat. Mari kita jadikan budaya sebagai kekuatan pembangunan yang bermartabat,” ucap Bupati dalam sambutannya.
Dengan kemenangan ini, Kecamatan Seribu Riam semakin menegaskan posisinya sebagai garda terdepan dalam pelestarian budaya di Murung Raya, sekaligus menginspirasi wilayah lain untuk terus menjaga dan mengembangkan potensi seni tradisional yang dimiliki.
(Luki)
0 Komentar