Gebyar Musik Islami Murung Raya Ditutup, Rahmanto Dorong Festival Digelar Terbuka
Puruk Cahu, Mediakotaonline.com – Gebyar Musik Islami Kabupaten Murung Raya Tahun 2026 resmi berakhir. Wakil Bupati Murung Raya sekaligus Ketua DPD Lasqi Nusantara Jaya Kabupaten Murung Raya, Rahmanto Muhidin, menutup rangkaian kegiatan tersebut di Gedung Dewan Adat Dayak (DAD) Puruk Cahu, Kamis (10/9/2026) malam.
Penutupan kegiatan dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Lasqi Nusantara Jaya dari lima kecamatan di Kabupaten Murung Raya.
Rahmanto menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme peserta dan panitia yang telah menyukseskan pelaksanaan Gebyar Musik Islami. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan seni dan kreativitas bernuansa Islami.
Menurutnya, pelaksanaan festival pada tahun-tahun mendatang juga dapat mempertimbangkan lokasi terbuka. Dengan demikian, masyarakat luas dapat ikut menyaksikan sekaligus menikmati penampilan para peserta.
“Pemerintah daerah berharap kegiatan lomba seperti ini terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang. Saya mengusulkan ke depan bisa digelar di tempat terbuka agar dapat disaksikan masyarakat umum,” kata Rahmanto.
Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial saat ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas promosi kegiatan positif, termasuk seni dan budaya Islam.
Rahmanto mendorong pengurus Lasqi maupun para peserta untuk aktif menggunakan berbagai platform digital seperti TikTok, Facebook dan Instagram sebagai sarana memperkenalkan kegiatan seni Islami kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kita berada di era perang teknologi dan media. Semakin banyak media yang mendialogkan akidah dan seni budaya kita, semakin besar pula pengaruh positifnya bagi anak-anak kita dalam membangun generasi yang berkarakter,” ujarnya.
Rahmanto juga menyampaikan bahwa para peserta yang berhasil meraih prestasi akan dipersiapkan untuk membawa nama Kabupaten Murung Raya pada ajang tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang rencananya berlangsung di Kabupaten Kapuas.
Pembinaan tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum para peserta melangkah ke kompetisi tingkat nasional. Karena itu, ia meminta para peserta terus meningkatkan kemampuan dan menjaga semangat selama menjalani proses pembinaan.
Sementara itu, Ketua Panitia Gebyar Musik Islami dan Pengukuhan DPK Lasqi Tahun 2026, Wahyudi, melaporkan bahwa rangkaian kegiatan telah dimulai melalui pendaftaran dan audisi pada 7–8 September 2026, kemudian dilanjutkan dengan babak perlombaan pada 9–10 September hingga malam penutupan.
Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 119 orang. Jumlah tersebut bahkan jauh melampaui target awal panitia yang sebelumnya memperkirakan hanya sekitar 50 hingga 60 peserta.
Peserta tidak hanya berasal dari Puruk Cahu, tetapi juga datang dari sejumlah kecamatan, di antaranya Permata Intan, Laung Tuhup, Murung dan Tanah Siang Selatan.
Pada malam penutupan, panitia juga menyerahkan trofi, piagam penghargaan dan uang pembinaan kepada para pemenang dari seluruh kategori perlombaan.
Wahyudi mengatakan para pemenang selanjutnya akan dipersiapkan menghadapi Festival Seni Qasidah tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Oktober 2026. Para peserta terbaik dari tingkat provinsi nantinya berpeluang melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional pada November 2026.
Pelaksanaan Gebyar Musik Islami tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan generasi muda sekaligus memperkuat keberadaan seni Islami di Kabupaten Murung Raya.
(Luki)
Posting Komentar