DPRD Murung Raya Apresiasi Peluncuran Program Makanan Bergizi Gratis Lewat SPPG Polri
Program berskala nasional ini dirancang untuk menyasar langsung dua kelompok prioritas utama, yakni anak-anak usia sekolah yang sedang dalam masa pertumbuhan serta ibu hamil yang membutuhkan asupan nutrisi optimal. Melalui operasional dapur gizi yang terstandarisasi, pemenuhan menu seimbang dapat diberikan secara rutin untuk menunjang tumbuh kembang anak serta menjaga kesehatan janin. Selain berfokus pada pemenuhan fisik, pemenuhan gizi yang tepat sejak dini ini diyakini memiliki korelasi kuat dengan peningkatan daya tangkap belajar anak serta mendukung kualitas pendidikan mereka di masa depan.
Agar program mulia ini berdampak luas, DPRD mendorong pemerintah daerah beserta seluruh instansi terkait untuk memperkuat pengawasan dan memastikan operasional dapur gizi berjalan maksimal secara merata. Sinergi yang kuat antara kepolisian, tenaga kesehatan, dan aparatur desa menjadi kunci utama agar distribusi makanan bergizi tepat sasaran dan bebas dari kendala teknis. Di samping pemberian makanan gratis, langkah pendampingan berupa edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat kepada para orang tua juga harus gencar dilakukan secara berkesinambungan.
"Kami di DPRD tentu sangat mengapresiasi hadirnya SPPG Polri di Kabupaten Murung Raya. Program ini sangat penting karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, terutama pemenuhan gizi bagi anak-anak dan ibu hamil yang menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi sehat dan berkualitas," kata Ketua Komisi I DPRD Murung Raya, H. Rejikinoor, saat memberikan keterangan resmi kepada media terkait peluncuran fasilitas penunjang kesehatan tersebut.
Melalui komitmen bersama dan pengoperasian SPPG Polri yang berkelanjutan, angka kasus tengkes atau stunting serta masalah kekurangan gizi di wilayah Murung Raya diharapkan dapat ditekan secara signifikan dari tahun ke tahun. Masyarakat juga diimbau untuk menyambut baik program ini serta lebih peduli terhadap penerapan pola makan sehat di lingkungan keluarga masing-masing. Peningkatan status gizi yang dikelola secara profesional ini menjadi investasi jangka panjang daerah dalam mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, kompetitif, dan bebas stunting.
(Luki)
Posting Komentar