Breaking News

PGRI Murung Raya Rayakan HUT ke-80 dan HGN 2025 Lewat Dialog Kependidikan: Bahas Tata Kelola, Kesejahteraan, dan Perlindungan Guru

Puruk Cahu, Mediakotaonline.com — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80 sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025, PGRI Kabupaten Murung Raya menggelar Dialog Kependidikan bertema “Guru Hebat, Indonesia Kuat: Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru Kabupaten Murung Raya.” Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gedung B (Cahai Ondui Tingang) pada Sabtu, 29 November 2025, dan diikuti ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan.

Ketua Panitia, Erni, S.Pd.SD., dalam laporannya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, mulai dari lembaga pendidikan, pemerintah daerah hingga mitra perusahaan yang berkontribusi.

“Dengan penuh syukur kita dapat berkumpul merayakan dua momentum besar hari ini. Terima kasih kepada seluruh pihak yang bekerja keras, sehingga kegiatan ini berjalan lancar,” ujar Erni.

Rangkaian kegiatan Peringatan HUT PGRI dan HGN 2025 di Murung Raya meliputi Lomba Best Practice Pembelajaran berbasis video/daring, Upacara Peringatan HUT PGRI dan HGN, Dialog Kependidikan, serta Lomba Olahraga Rakyat yang dipusatkan di Alun-Alun Murung Raya. Seluruh kegiatan dibiayai dari kas PGRI Kabupaten Murung Raya dengan dukungan mitra dan panitia.

Ketua PGRI Kabupaten Murung Raya, Jumilah U. Samaeh, SE., M.AP., menegaskan bahwa organisasi terus berfokus pada tiga pilar perjuangan, yaitu peningkatan profesionalitas, kesejahteraan, dan perlindungan hukum bagi guru.

Pada aspek profesionalitas, PGRI terus mendorong penguatan kompetensi guru, pemahaman etika profesi, hingga kemampuan beradaptasi di tengah perubahan teknologi dan perkembangan zaman. Sementara dalam hal kesejahteraan, PGRI berharap pemerintah daerah semakin memperhatikan kondisi fisik maupun psikologis guru sebagai garda terdepan pendidikan.

Untuk perlindungan hukum, PGRI telah membentuk Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum serta bermitra dengan advokat dan biro hukum daerah guna mengantisipasi kasus-kasus yang berkaitan dengan profesi pendidik. “Harapan kami, tidak ada guru yang sampai berurusan dengan proses hukum. Namun pendampingan tetap penting agar guru terlindungi saat menjalankan tugas,” tegas Jumilah.

PGRI juga menjadwalkan audiensi bersama Polres Murung Raya untuk memperkuat sinergi dan pemahaman terkait regulasi pendidikan, tata kelola sekolah, serta pencegahan kasus yang bisa menimpa tenaga pendidik.

Dialog Kependidikan menghadirkan empat narasumber utama, yaitu Wakil Bupati Murung Raya Rahmanto Muhidin yang mewakili Bupati dalam membahas kebijakan daerah di sektor pendidikan; Ketua DPRD Murung Raya Rumiadi yang menyampaikan perspektif regulasi dan anggaran pendidikan; perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengenai tata kelola pendidikan daerah; serta Dr. Yulianus, M.Pd., sebagai pemerhati pendidikan yang menyoroti pengembangan SDM guru. Hadir pula Ketua Forum Puspa sekaligus Wakil Ketua I DPRD Murung Raya, Dina Maulida.

Selain ratusan guru, kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, pengurus PGRI Cabang dan Ranting, kepala sekolah, serta sejumlah perusahaan mitra di wilayah Murung Raya.

Peringatan HUT PGRI ke-80 dan HGN Tahun 2025 di Murung Raya diharapkan menjadi momen refleksi dan konsolidasi bagi seluruh tenaga pendidik. Melalui dialog ini, guru diharapkan semakin kuat, sejahtera, terlindungi, dan terus menjadi pilar utama bagi masa depan pendidikan bangsa.

(Luki)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Media Kota Online