Pimpinan Umum / Pimpinan Redaksi

Pimpinan Umum / Pimpinan Redaksi
Adbox

Senin, 01 Oktober 2018

Kabid Bidang Penyuluhan Pertanian Kabupaten Pandeglang Dinilai Kurang Tegas | Sekertaris Poktan Ungkapkan Kekecewaan


PANDEGLANG |  MEDIA KOTA ONLINE--
Sekertaris Kelompok Tani “Sri Sawah Mukti”  
Sdr.Bp.Sakib, beserta Anggota Ungkapkan kekecewaan kepada Kabid Bidang Penyuluhan yang tidak tanggap dan peduli perihal Aspirasi-Aspirasi Anggota Kelompok Tani Sri Sawah Mukti perihal dugaan penyimpangan Program Bantuan Pemerintah Berupa benih, Pupuk Urea bersubsidi beserta Aset-Aset Kelompok yang tidak dikelola secara transparan bahkan Revitalisasi Kelompok melalui rapat anggota sudah dikukuhkan dan ditanda tangani tetapi tidak jelas dan terkesan di abaikan.

Kekecewaan tersebut disampaikan Sdr.Bp.Sakib didampingi Anggota Kelompok, Jum'at, (28/9/2018) kepada awak media. Ia menjelaskan bahwa sekitar jam 6 sore dikediaman rumahnya telah datang Kabid Bidang Penyuluhan Pertanian Kabupaten Pandeglang, Sdr.Endang yang informasinya melakukan klarifikasi perihal persoalan yang terjadi di Kelompok Tani “Sri Sawah Mukti”  di Kampung Ranca Karya, Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang-BANTEN.
“Pak Endang Kabid Bidang Penyuluhan datang kerumah saya sekitar jam 6 sore tetapi ketika saya hendak kumpulkan anggota eh malah pulang dan tidak memberikan arahan dan solusi, Padahal anggota kelompok sangat mengharapkan kedatangan dan kami telah sepakat melakukan musyawarah di Kantor Balai Desa Cibungur,” Ungkapnya kepada globalmediain.online.

Sementara Itu Salah Seorang Anggota Kelompok Tani Sdr.Bp.Asmun mengatakan bantuan dari pemerintah berupa Pupuk Urea bersubsidi di Tahun 2017 untuk Kelompok Tani “Sri Sawah Mukti” Ketua Kelompok “Kanim” Luas Area Lahan 10 (Ha) Alokasi Pupuk Sebanyak 1 Ton tidak disalurkan kepada Kami selaku anggota bahkan tanpa pembagiannya tanpa melalui rapat anggota.

Selain Pupuk Urea bersubsidi di Tahun 2015 Kelompok Tani “Sri Sawah Mukti” mendapatkan bantuan alat mesin Hand Traktor dari APBN TP-2015 tetapi Sisa Hasil Usaha dari Penggarapan Hand Traktor penggunaan dan pengeluaran dari Tahun 2015 sampai dengan 2018 tidak dimusyawarahkan dengan anggota melalui rapat angggota untuk menghasilkan mufakat,” Jelasnya.

“Mesin Perontok padi dan mesin Traktor Tahun 2017 hasil pinjaman dari Alsintan informasinya bahkan diterimanya tetapi pengajuan dan penggunaan hanya Ketua dan tanpa melibatkan Anggota Kelompok,” Tegasnya.

“Kami berharap Kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang dengan hasil musyawarah didalam rapat anggota bisa terjadi Revitalisasi melalui Rapat Anggota dengan dasar dan alasan Ketua Kelompok tidak transparansi dan menyimpang dari AD/ART Kelompok Tani hanya dijadikan wadah untuk memperkaya diri bukan bertujuan menampung aspirasi masyarakat,” Pungkasnya
[Jurnalistik | Kasman]