Pimpinan Umum / Pimpinan Redaksi

Pimpinan Umum / Pimpinan Redaksi
Adbox

Sabtu, 22 September 2018

Sekjen GIB Minta Disdik Monitoring & Evaluasi Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru SDN Cibingbin 1 Diduga Tak Sesuai Spesifikasi,



PANDEGLANG | Media KOta Online
Sekjen Bidang Hukum Korwil Provinsi Banten Sama Herlambang (Jen)
menegaskan, Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru SDN Cibingbin 1, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Minta Dinas Pendidikan (Disdik) turun dan Evaluasi. Pasalnya, Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru tersebut diduga Tak Sesuai Spesifikasi.
 Herlambang menyayangkan, proyek dengan nilai anggaran sebesar Rp 129. 795. 000,- dikerjakan asal- asalan. tidak mengacu kepada Petunjuk Pelaksanaan

dan Petunjuk Teknis (Juklak Juknis) seperti pembesian jarak antara ring ke ring mencapai 30 cm tidak sesuai dengan aturan konstruksi yang sebenarnya yang seharusnya jarak ring ke ring mencapai 15 cm, besi ring yang di gunakan besi 6, Mutu beton untuk slup tidak sesuai, yang seharusnya mengunakan K-175 dan Bahan matrial pasir menggunakan pasir kali.
“Proyek yang dikerjakan CV. KARUNIA ILLAHI Alamat Kp. Ciekek Babakan Karaton RT. 01/06 Karaton Majasari, yang terlihat asal tidak mengacu kepada standar tata cara aturan yang sebenarnya,” Ujar Herlambang di lokasi, Jumat (21/9/2018).Berdasrkan hasil investigasi Sekjen BHH-GIB dan globalmedia dilapangan terlihat dalam pelaksanaannya proyek pembangunan ruang kelas baru SDN Cibingbin 1 dengan nomor kontrak .425.11/Spk.002.PPK.Konst.Bankeu.SD. Tanggal kontrak 10 Agustus 2018. Waktu Pekerjaan 90 (Sembilan Puluh) Hari Kalender.
Sekjen BHH-GIB, Herlambang kepada globalmediain.online, menyampaikan hasil investigasinya diduga pekerjaan ini asal jadi bayak kecurangan dalam pekerjaan yang kami temui dilapangan.

Diantaranya pembesian, penggunaan bahan material pasir dan mutu beton untuk slup tidak sesuai spesifikasi,” Katanya.
Ia Menambahkan, besi ring cincin yang digunakan besi 6 yang seharusnya menggunakan besi ukuran 8,” Tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan herlambang dugaan menguat bahwa dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan spesifikasi karena ada iItem-item pekerjaan yang mengurangi dari spek yang sebenarnya, pemasangan beton untuk slup tidak sesuai, terjadinya kecurangan diduga dengan sengaja melanggar spesifikasi perencanaan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.
Kontraktor pelaksana yang mengerjakan hanya mencari untung semata tanpa mengedepankan kualitas mutu. Akibatnya proyek yang dikerjakan
asal jadi,” Pungkasnya.
Sementara itu pihak pelaksana proyek sampai berita ini dipublikasikan belum bisa dihubungi untuk keperluan konfirmasi pemberitaan. [Jurnalistik | Kasman]