Pimpinan Umum / Pimpinan Redaksi

Pimpinan Umum / Pimpinan Redaksi
Adbox

Sabtu, 08 September 2018

Para RW di Desa Padamulya-Kecamatan Angsana : Kekecewaan Kendaraan Operasional Sepeda Tak Kunjung Disalurkan


PANDEGLANG Media Kota
Pengadaan barang dan jasa merupakan sektor terbesar yang menjadi “lahan basah” tindak pidana korupsi, Celah oknum untuk melakukan korupsi dalam Program pengadaan kendaraan operasional sepeda dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2018 di Desa Padamulya Kecamatan Angsana untuk para RW disinyalir tidak sesuai Perencanaan, yaitu penyusunan APBDesa, Pasalnya. Sampai saat ini sepeda yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja para RW tersebut hingga, Senin (03/09/18) belum juga diterima oleh para RW di Desa Padamulya Kecamatan Angsana, padahal RKPDesa yang ditetapkan dengan Peraturan Desa (Perdes) Dengan demikian APBDesa yang juga ditetapkan dengan Perdes, merupakan dokumen rencana kegiatan dan anggaran yang memiliki kekuatan hukum menjamin kepastian rencana kegiatan.


“Rw. Sawari, di Kp Carodok perwakilan dari Salah seorang 6 RW di Desa Padamulya menjelaskan kepada globalmedia.online, Minggu (02/09/18), Bahwa pengadaan kendaraan operasional sepeda yang di anggarkan dari Dana Desa Tahap I Tahun Anggaran 2018, tetapi dalam pelaksanaannya tidak sesuai perencanaan yang telah ditetapkan sesuai RKPDesa dan APBDesa tidak dijadikan jaminan kepastian rencana Kegiatan.

Pembelian sepeda untuk para RW itu sudah diajukan di tahap 1, tetapi sampai saat ini sudah realisasi tahap 2 Dana Desa Tahun Anggaran 2018, sepeda tersebut belum juga ada keterangan kapan datang dan dibagikan, “Ungkapnya. 
Sepeda sebanyak 6 unit meliputi: Rw1, Rw 2, Rw 3, Rw 4, Rw 5, Rw 6, dan Jasa Pembuatan Website Anggaran keseluruhan senilai Rp 32.000.000, “Jelasnya. 
Kami para Rw sudah bosan menanyakan kepada Sdr. Pak halili selaku Sekdes Desa Padamulya dan jawabannya hanya janji dan janji saja, “Katanya. 
Harapan kami sepeda tersebut bisa secepatnya direalisasikan, “Terangnya. 
“Selain sepeda, Jasa Pembuatan Website belum juga direalisasikan hingga tahap 2, tidak sesuai rencana yang telah ditetapkan, “Pungkasnya. 
Sementata itu, Halili (Sekdes) Padamulya, mengatakan, kalau pengadaan kendaraan operasional Sepeda Rw sudah dipesan dan sedang nunggu pengiriman dari penyedia barang yaitu CV, “Ucapnya. 
Terkait masalah jasa Pembuatan Website semua sudah di pesankan dan sudah masuk, tetapi masalahnya belum ada tindak lanjut dari penyedia Websitenya, “Imbuhnya.

Pengadaan sepeda Rw, 6 unit untuk penyedia pengadaan barang dan jasanya pihak Cv, Tutup Sekdes saat dikonfirmasi lewat pesan watsApp. 
Menanggapi hal itu, Ketua Laskar Anti Korupsi LAKI DPP Provinsi Banten, Totong Sudjafri mengatakan, terkait tentang pengadaan sepeda untuk RW harus sesuai perencanaan yang telah ditetapkan untuk membantu para RW, agar mudah untuk melaksanakan tugasnya di desa tanpa ada tujuan tertentu. Apalagi demi dan untuk kepentingan pribadi atau golongannya, jangan sampai pengadaan sepeda itu dianggap kurang maksimal. 
“Kami berharap Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang Melakukan monitoring, evaluasi dan Melaksanakan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Pemerintahan Desa sehingga program pengadaan kendaraan operasional sepeda di Desa Padamulya yang sampai saat ini belum terealisasi pada setiap masing-masing Rw secepatnya bisa direalisasikan. sesuai dengan perencanaan yang di anggarkan tahap I Tahun Anggaran 2018 yang telah ditetapkan penyusunan didalam APBDesa berdasar pada RKPDesa tersebut. [pewarta : Kasman]