Pimpinan Umum / Pimpinan Redaksi

Pimpinan Umum / Pimpinan Redaksi
Adbox

Senin, 02 April 2018

Proyek Pembangunan Embung Desa Didesa Rancateureup Kecamatan Labuan Diduga Syarat Penyimpanganproyek


PANDEGLANG,Media Kota

Proyek embing Desa 
Proyek pembangunan Embung atau cekungan penampung (retention basin) yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan serta untuk meningkatkan kualitas air di badan air lalu digunakan petani untuk mengairi lahan di musim kemarau dan menampung air hujan di musim hujan disinyalir dan di duga sarat penyimpangan. Hal itu terbukti dengan pelaksanaan pekerjaan proyek setelah dilakukan investigasi ke TKP terdapat beberapa kejanggalan yang diduga keras menyimpang dari spesifikasi teknis pekerjaan kontruksi dan rencana anggaran belanja (RAB). Pasalnya, proyek tersebut dikerjakan asal jadi, terkesan hanya mencari keuntungan untuk kepentingan pribadi tanpa mengedepankan kualitas dan kuantitas.
Dugaan Penyimpangan Proyek pembangunan Embung  Desa yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2017di Desa Rancateureup Rt 03 Rw 03 Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, dalam pembangunan tidak sesuai dengan yang diharapkan, terkesan asal jadi dan terdapat penyimpangan anggaran (manipulasi pagu anggaran untuk pengadaan pembelian lahan), seharusnya sesuai dengan Rencana pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa APBDesa, diselenggarakan pembahasan dalam musyawarah yang telah ditetapkan serta disepakati proyek pembangunan embung melalui musyawarah desa dengan mengacu kepada Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah dibahas serta disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa.
Salah seorang pemilik lahan Bp. Suprani ketika diwawancarai terkait lahan yang digunakan untuk pmbangunan embung desa menjelaskan  untuk setatus lahan bukanlah lahan hasil transaksi jual beli, tetapi hibah dan lahan seluas kurang lebih 130 M tersebut diganti rugi senilai Rp. 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah) karena lahan yang digunakan untuk pembangunan embung desa, awalnya sempat digadaikan kepada saudaranya sebesar Rp. 5 Juta, dan uang yang didapat dari hasil ganti rugi diberikan kepada saudaranya untuk menebus lahan tersebut, “Ungkapnya.
Terpisah, Kepala Desa Rancateureup Tati Mulyati di kantor desa saat dikonfirmasi maslah ini, mengatakan bahwa terkait setatus lahan dirinya menjelaskan bukanlah hibah, tetapi hasil transaksi jual beli dengan Bp.Suprani selaku pemilik lahan
Menurutnya, untuk pembelian lahan sudah dianggarkan di dalam laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa, “yang jelas setatus tanah adalah hasil transaksi jual beli, Adapun besaran anggaran nya kami belum tahu pasti berapa nilainya, kalo untuk lebih jelasnya mengenai setatus tanah silahkan Tanyakan kepada Tim Pengelola Kegiatan TPK, karena yang berhak menjawab adalah pihak TPK, namun “Pak sukimat salah satu pengurus TPK tidak di kantor” sedang mengantarkan kondangan, tapi intinya pembangunan Embung Desa di Desa Rancateureup Rt 03 Rw 03 “sudah selesai” Adapun untuk pelaksanaan pembangunan menurutnya sudah sesuai dengan pengajuan dan tidak macam-macam, cuma belum seratus persen. nanti kedepan, itu rencana tujuan yang ingin dicapai akan dilanjutkan pembuatan selokan untuk menyalurkan air pembuangan atau air hujan untuk dibawa ke satu tempat agar tidak menjadi masalah bagi lingkungan dan kesehatan.  Tapi sejauh ini memang sudah selesai sementara dengan anggaran kemaren itu sudah beres, cuma rencananya mau kami lanjutkan kembali supaya ada penyaluran air yang ke sebelah kanan, “ucapnya kepada Media Kota Senin, (26-03-2018).
Sementara itu, Tim Pengelola Kegiatan TPK, yang mengerjakan proyek pembangunan embung desa tersebut ketika dikonfirmasi sulit untuk ditemui, baik dikantor desa maupun di kediaman rumahnya.
(Kasman/ Herlan).