Pimpinan Umum / Pimpinan Redaksi

Pimpinan Umum / Pimpinan Redaksi
Adbox

Senin, 09 April 2018

Mantan Kades Cipinang Diduga Gelapkan Hand Traktor Milik Kelompok (KUBE)

PANDEGLANG, Media Kota

Hand Traktor Milik Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang diduga digelapkan oknum mantan kepala desa. Dugaan penggelapan Hand Traktor ini semakin menguat  saat pelakunya siap mengembalikan Hand Traktor Milik Kelompok tersebut, penggelapan Hand Traktor Aset kelompok melibatkan salah satu oknum pengurus kelompok.
Bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang senilai Rp. 20 Juta, kepada salah satu Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Kp Bojongkoneng Rt.001 Rw. 007, Desa Cipinang Kecamatan Angsana Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, anggaran senilai Rp. 20 Juta Itu dibelikan I Unit Hand Traktor kemudian Hand Traktor tersebut diambil oleh Mantan Kades Cipinang yang  waktu itu masih menjabat Kepala Desa Cipinang di Tahun 2012.
saat dikonfirmasi ketua kelompok Aslim terkait Bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang senilai Rp. 20 Juta, ia mengatakan bahwa dana itu sudah habis untuk pembelian I Unit Hand Traktor senilai Rp. 20 Juta pada tahun 2011.
“Hand Traktor tersebut hanya dikelola selama satu musim atau sekitar 5 bulan setelah itu tanpa sepengetahuan dirinya sebagai Ketua, Hand Traktor kelompok diambil dari tangan Sdr.Bp.Lebar yang merupakan salah satu pengurus kelompok oleh Mantan Kades Cipinang Sdr.Bp.Edi, yang  waktu itu masih menjabat Kepala Desa di Desa Cipinang Kecamatan Angsana ”ungkapnya.
tambahnya menerangkan. Mantan Kades Cipinang itu, ketika mengambil Hand Traktor Milik Kelompok Usaha Bersama (KUBE), tanpa adanya musyawarah dengan kepengurusan kelompok, padahal Hand Traktor tersebut adalah satu-satunya aset yang dimiliki kelompoknya, dan dirinya berharap Hand Traktor tersebut bisa dikembalikan dan sisa hasi usaha dari penggarapan traktor dari tahun 2012 sampai dengan 2018 dimasukan ke dalam kontrak sewa untuk dapat dijadikan sebagai kas kelompok. “Tegasnya. Senin, (09-April-2018).
Edi sendiri selaku mantan kades di rumahnya, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Hand Traktor milik kelompok yang diketuai oleh Sdr.Aslim tersebut diambilnya, dengan alasan bahwa salah satu pengurus Kelompok Sdr.Bp.lebar memiliki Hutang Piutang sebesar  Rp. 7 Juta dengan dasar itulah Hand Traktor milik kelompok yang pada saat itu dikelolanya diambil guna dijadikan Jaminan atau agunan aset pihak peminjam yang dijanjikan kepada pemberi pinjaman jika peminjam tidak dapat mengembalikan pinjaman tersebut.
lanjutnya. Edi menambahkan, Hand Traktor milik kelompok yang diambilnya dari tangan Sdr.Bp.Lebar tersebut dikelola oleh Sdr.Bp.Risman di Kp. Cijingjing dengan Sistem kerjasama usaha bagi hasil merupakan sistem pembagian keuntungan dari hasil penggarapan Hand Traktor dibagi tiga, satu bagian untuk operator, dua bagian untuk pemilik, "pungkasnya. Saat dikonfirmasi Media Kota.
Media Kota berharap agar Hand Traktor yang Dibeli Seharga Rp 20 Juta Milik Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Desa Cipinang dikembalikan ke kelompok untuk dikelola bersama untuk kepentingan bersama dan dikelola secara transparan sehingga semua anggota kelompok bisa menikmatinya nanti, adayanya kelompok tani jangan hanya dijadikan sebuaah formalitas,  Kelompok tani adalah beberapa orang petani yang menghimpun diri dalam suatu kelompok karena memiliki keserasian dalam tujuan, motif, dan minat. Kelompok tani dibentuk berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945 serta berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat. Semua hasil usaha yang merupaka pendapatan-pendapatan kelompok tani dan penggunaan dana-dana sisa hasil usaha tersebut tersebut diatur lebih lanjut dalam rapat pengurus kelompok, Sehingga terwujudnya tatanan kehidupan masyarakat tani yang mandiri, maju, kreatif dan inovatif.
Demikian hasil Investigasi Media Kota ke TKP, bahwa sesuai dengan bukti-bukti yang ada dan hasil wawancara riil di lapangan akan segera melaporkannya kepada Instansi terkait untuk segera(Kasan, Herlan)