Pimpinan Umum / Pimpinan Redaksi

Pimpinan Umum / Pimpinan Redaksi
Adbox

Senin, 05 Maret 2018

MENEMBAK HP WARTAWAN OKNUM POLISI DI HUKUM KURUNGAN DAN PENUNDAAN KENAIKAN PANGKAT

Mempawah Media Kota
Sidang pelanggaran Disiplin oleh 

Anggota Polri Polsek Batu Ampar, pada Hari Selasa
(27/02/2018) Di Polres Mempawah terhadap terperiksa oknum polisi Bripka HP.
Sidang tersebut dihadiri oleh saksi korban dan para saksi yang melihat sewaktu
kejadian, dan dihadiri oleh masyarakat, beserta Tokoh Masyarakat Desa Muara tiga
Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya .
Bahwa Terbukti Terperiksa Oknum Polsek Batu Ampar Saudara Bripka HP. Telah
melakukan pelanggaran disiplin polri dengan perbuatan berupa pada hari Kamis
tanggal 07 Desember 2017. Sekitar jam 09. Wib, dilokasi perkebunanan sawit milik PT.
Gerbang Benua Raya, dengan melakukan pengerusakan HP milik Hendri Susanto . Dengan cara menembak handphone menggunakan senjata api milik dinas kopolisian .
Atas pelanggaran tersebut Hukuman Disiplin terhadap anggota polri Bripka HP Kanit Sabhara Polsek
Batu Ampar kesatuan Polres Mempawah. Pada hari selasa tanggal 27 Pebruari 2018.
Jam 16.00 wb Dengan hukuman Disiplin yakni Penempatan dalam tempat khusus selama 21 hari, Penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun dengan masa pengawasan selam 6 bulan . Setelah terhukum menjalankan hukuman
disiplin. Ditetapkan di Mempawah tanggal 27 Pebruari 2018. Kepala Kepolisisan Resort
Mempawah. Wakapolres selaku pimpinanan sidang tersebut,
Sebelum ketuk palu, hakim mengingatkan kepada terperiksa wajib mengganti HP yangtelah ditembak olehnya, dan dibicarakan diluar persidangan.
Masyarakat dan Tokoh Masyarakat Desa Muara tiga Kecamatan Batu Ampar
Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat Merasa kecewa Atas keterangan yang diberikan oleh terperiksa oknum polisi polsek Batu Ampar saudara HP di persidangan.Bahwa keterangan yang disampaikan dalam persidangan disiplin tersebut Tidak sesuai dengan data dan bukti-bukti dilapangan yang ditemukan masyarakat dan tokohmasyarakat yang telah disaksikan oleh Babinsa, dan Koramil Batu Ampar.
Bahwa temuan masyarakat desa muara tiga atas kayu illegal di pinggir hutan dekat
sungai, adalah kayu log. Yang panjangnya diperkirakan kurang lebih 4 meter.
Berjumlah sekitar 200 batang log. Dan temuan tersebut langsung dilaporkan kepadakepala desa. Dan disaksikan oleh Babinsa dan Koramil Kecamatan Batu Ampar. Dankayu tersebut diperkirakan berasal dari Hutan Desa Muara tiga.
Bahwa temuan tersebut dilaporkan kepada ke pala desa Muara tiga, kemudian desa
melakukan rapat pertemuan dengan aparat desa, beserta masyarakat. Dan kemudian dibuatkanberita acara atas temuan tersebut. Kemudian laporan tersebut disampaikan pada Kapolsek
Batu Ampar dan muspika lainnya Untuk ditindak lanjuti secara hukum atas temuan kayu log illegal logging tersebut Yang didugadilakukan oleh oknum anggota polsek Batu ampar. Dan oknum karyawan PT. GerbangBenua Raya.
Bahwa terperiksa oknum polisi saudara HP. Anggota polsek Batu ampar. Menjelaskan
dalam sidang . alasan dia melakukan illegal logging. Untul mencari tambahan. Bahwa
kayu tersebut untuk digunakan membangun sarang wallet. Dan kayu yang digunakanadalah kayu sudah jadi. Dalam bentukpapan dan kayu segi. Berjumlah kurang lebih 200 batang.
Bahwa keterangan yang diberikan terperiksa HP di dalam persidangan disiplin. Adalahkayu sudah jadi. Dalam bentuk kasau dan papan.
Keputusan tersebut Tidak sesuai dengan temuanmasyarakat dan laporan masyarakat. Bahwa kayu yang ditemukan dalam bentuk log.
Yang masih harus di olah.Keterangan yang diberikan terperiksa dalam persidangan adalah bohong dan membuat masyarakat dan tokoh masyarakat desa muara tiga kecewa, geram dan marah. Atas keterangan palsu yang diberikan terperiksa dipersidangandisiplin tersebut, sedangkan foto bukti tumpukan kayu log terlampir .
Alasan terperiksa menembak HP saudara Hendri Susanto. Karena kayunya
ditahan masyarakat. Terperiksa menjadi emosi. Dan menembak HP Hendri Susanto. Dilokasi perkebunan sawit .
Terperiksa dalam keterangan di persidangan bahwa kayu yang diambil dari lokasi PT.Gerbang Benua Raya. Sedangkan laporan masyarakat temuan kayu log panjang kurang lebih 4 meter. Dan berjumlah kurang lebih 200 batang. Dari lokasi hutan Desamuara tiga. Bukan dari lokasi milik PT. Gerbang Benua Raya.
Keterangan Hendri Susanto. Setelah usai sidang. Bahwa laporannya yang dibuat dan
disampaikan pada polsek Batu Ampar. Bahwa HP miliknya ditembak oleh oknum
polisi. dalam persidangan disiplin telah terbukti. Terperiksa dinyatakan bersalah.Telah melanggar disiplin polri. Dan telah diberikan sanksi Mengenai kerusakan HP miliknya, karena Hendri Susanto. Profesinya selaku
wartawan. untuk tuntutan ganti rugi akan ditempuh secara jalur perdata.
Dan sesuai
dengan undang undang pers nomor : 40 tahun 1999. Pasal 18. Dan mengenai tuntutanganti rugi dan sebagainya Dia serahkan kepada Penasehat Hukum. Bapak Untung Suprapta. SH.
Mengingat sejak dilaporkanya oknum polisi polsek Batu ampar tersebut. Pada tanggal
12 Desember 2017. Sampai dengan tanggal 27 Pebruari 2018. Tidak pernah
menghubungi pihak Hendri Susanto selaku korban. Atau melalui rekan korban.
Dan teman korban, untuk menindak lanjuti dari perbuatan korban merusak HP milik
wartawan online secara kekluargaan. Hal tersebut tidak pernah dilakukan. Menurut
Hendri Susanto. Maupun penasehat Hukum Korban. Bahwa pelaku tidak ada punya
niat baik terhadap korban.
Bahwa dalam persidangan korban telah memaafkan si pelaku. Dan si pelaku
berkewajiban mengganti HP korban. Tetapi si Korban tidak wajib menerima penggantian HP miliknya. Seperti apaadanya. Mengingat sikorban adalah seorang wartawan yang setiap hari melaksanakan
tugasnya dilapangan.
Dan HP miliknya adalah alat perangkat kerjanya setiap hari.
Yang wajib dibawa kemana-mana, dalam meliput, ataupun akan melakukan investigasi. Dan penyelidikan, tentang sebuah kasus. Dengan rusaknya HP miliknya sikorban, Dia tidak bisa komunikasi dengan rekan kerjanya, Dan mengakibatkan
terhambatnya tugas-tugas liputan pemberitaan yang akan disampaikan pada pimpinan
redaksi .(Red)